Kacamata pertama dan Sejarah Kacamata…

Pernahkan kamu merasa tidak nyaman atau kurang jelas saat melihat tulisan? Mungkin itu salah satu bahwa kemampuan mata anda menurun.

Mata anda menjadi minus disebabkan karena usia, gaya hidup anda kurangsehat seperti terlalu sering menatap layar handphone atau membaca buku dengan tiduran dan banyak lagi.

Sebelum adanya kacamata, pada jaman dulu yang mengalami menurunnya kemampuan melihat hanya  orang yang lanjut usia. Karenanya pada bangsa-bangsa terdahulu seperti orang-orang suku Maya, Mesir, China, Yunani, dan bangsa pada peradaban besar menganggap bahwa seseorang kehilangan kemampuan melihat itu artinya ia mendekati masa kehilangan kejayaan.
Seorang orator Roma, Cicero mengeluh tentang betapa menyusahkan baginya ketika harus membacakan teks-teks perintah di depan budak-budaknya. Selain itu sebelum ditemukan kacamata, kaisar Nero menyaksikan gladiator kesayangannya bertempur melalui batu zamrud. 

Filsuf asal Yunani Ptolemy adalah orang yang pertama kali mengenal hukum pembiasan cahaya yang menjadi cikal bakal pembiasan optik. Namun baru pada 1.000 tahun kemudian matematikawan Arab dan astronom Alhazen mengidentifikasi bahwa hukum pembiasan berpotensi untuk membantu penglihatan.

Sejarah kacamata pertama kali tercatat dan ditemukan sekitar 3000 tahun yang lalu oleh bangsa Niniwe, di mana pada waktu itu fungsinya adalah sebagai kaca pembesar. Bahan yang digunakan juga bukanlah lensa kaca melainkan batu Kristal. Perkembangan kacamata kemudian baru melesat pada abad XII di China dan Eropa. Ketika itu, Bangsa Yunani kuno menggunakan bola kaca berisi air sebagai kaca pembesar.

Kemudian pada tahun 1268 Roger Bacon, seorang  ilmuwan berkebangsaan Inggris, menemukan kacamata baca. Dan pada tahun 1300-an kacamata mulai diproduksi dengan pusat pembuatan di Venesia. Pabrik kaca Murano di Venesia pada abad ke-13 ini menjadi satu-satunya pabrik yang memiliki kemampuan untuk memproduksi kaca lunak. Tapi kacamata saat itu belum seperti sekarang. Kualitas lensanya sederhana, dan pemakaiannya juga merepotkan.

Dilansir dari laman Zeiss.com, berbagai macam percobaan dilakukan untuk menemukan cara terbaik dan teraman mengenakan kacamata. Ada yang memasang lempengan logam panjang yang dipasang mulai dari batang hidung hingga kebagian tengah kepala lalu turun ke bagian leher.

Ada yang memasang rantai kecil pada kedua sisi kacamata dan diikatkan di bagian belakang kepala, seperti kacamata renang, ada lagi yang mengaitkan kacamata pada topi. Ada yang ditempelkan di batang hidung sehingga si pemakainya harus terus memeganginya. Hingga pada akhirnya pada tahun 1727, tercetuslah ide untuk memasang tangkai sehingga kacamata dapat dikaitkan di telinga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *