Jejak Karir James Jebbia – Supreme

Pernah mendengar merk Supreme? Supreme merupakan salah satu merk atau brand fashion streetwear terkenal di dunia. Supreme sebagai salah satu merk yang paling menghipnotis di dunia selain karena keunikan produknya juga karena produknya yang juga sangat terbatas atau langka.

Sehingga tidak mengherankan jika orang terutama kalangan anak muda rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk membeli produk dari Supreme ini. Tidak banyak orang yang tahu tentang asal-usul brand Fashion ini, namun perlu diketahui bahwa orang dibelakang merk Supreme ini adalah James Jebbia yang dikenal sebagai pendiri brand Supreme yang terkenal ini. Berikut kamis sajikan Biografi James Jebbia dan sejarahnya dalam mendirikan Brand Supreme.

James Jebbia dilahirkan pada tanggal 22 Juli 1963 di Amerika Serika. Ayahnya bekerja sebagai tentara di Angkatan Udara Amerika Serikat, dan ibu bekerja sebagai seorang guru. Namun di usia 10 tahun, Orang tua dari James Jebbia bercerai.

Di usia 18 bulan, James yang masih balita pindah ke Inggris. Ia baru kembali ke Amerika saat ia berusia 19 tahun dan tinggal di kota New York pada tahun 1983 dan menyewa apartemen seharga 500 dollar kala itu. James Jebbia kemudian mendapatkan pekerjaan di Parachute, sebuah toko pakaian dan skate terletak di SoHo, sebuah wilayah di Lower Manhattan, New York City.

Toko tempat James Jebbia bekerja memiliki banyak pelanggan tang terkenal seperti Michael Jackson dan juga Gary Numan. Namun tak lama kemudian, James Jebbia memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya dan ingin memulai bisnis sendiri.

James jebbia kemudian membuka sebuah toko kecil di wilayah Broadway dan West 4th Street dengan pacarnya. Tokonya menjual dan membuat tas ransel. Pada tahun 1989, James Jebbia membuka toko bernama Union di wilayah Spring Street, Lower Manhattan. Di sinilah, James Jebbia mulai menemukan passionnya dan mulai bahagia pekerjaannya.

James Jebbia berusaha mendapatkan hak untuk menjual brand tertentu di tokonya Union. Dalam sebuah kesempatan, ia bertemu dengan Shaun Stussy, pria yang mendirikan merk Eponymous. James Jebbia bersama dengan Shaun Stussy memulai hubungan kerjasama yang kuat. Ia juga mulai belajar dari Shaun bagaimana memasarkan sebuah merk.

Para karyawan yang dipekerjakan oleh James Jebbia rata-rata merupakan para penggemar Skateboard. James Jebia ingin agar brand Supreme kala itu sebagai salah satu merk skate di Amerika. Supreme dengan cepat menjadi salah satu merek streetwear underground terkemuka di Amerika Serikat. Strategi kesuksesan brand Supreme adalah Keunikan Supreme dalam memproduksi produk-produknya diproduksi dalam edisi dan jumlah yang terbatas.

Dalam biografi James Jebbia diketahui bahwa ia secara teratur berkolaborasi dengan merek-merek ternama lainnya seperti Comme des Garçons, Levi’s, Vans dan Louis Vuitton.

Selain itu ia juga berkolaborasi dengan artis-artis papan atas seperti Damien Hirst, Takashi Murakami dan Richard Prince, serta band-band seperti The Clash dan The Misfits. Kemitraan ini telah membantu Supreme menjadi ikon merk dalam budaya remaja atau anak muda. James Jebbia menikah dengan seorang wanita bernama Bianca. Dari pernikahannya itu, ia memiliki dua anak yakni seorang anak laki-laki bernama Miles dan seorang gadis bernama Nina.

Dalam strategi bisnis, Ketika suatu produk tertentu dari salah satu perusahaan terbesar di dunia mengalami permintaan tinggi, maka perusahaan merespons dengan membuat lebih banyak produk tersebut. Dengan begitu lebih banyak permintaan yang berarti lebih banyak penjualan, dan lebih banyak keuntungan.

Namun hal itu tidak berlaku bagi Supreme. Filosofi Supreme sangat sederhana yakni tidak pernah membuatnya lagi. Supreme sangat mementingkan eksklusivitas. Bagi James Jebbia dan Supreme suatu nilai produk akan meningkat jika diproduksi dalam jumlah terbatas.

Produk-produk yang dikeluarkan oleh Supreme sendiri seperti pakaian, tas, aksesoris dan banyak juga produk-produk unik misalnya batu bata, palu, dan lain-lain. Walaupun begitu produk produk tersebut sangat laku keras karena hanya di produksi terbatas dan eksklusif. Para pembeli atau penggemar dari merk Supreme bahkan rela menunggu dengan mengantri berhari-hari ketika Supreme mengeluarkan produk baru yang terbatas jumlahnya. Eksklusivitas menciptakan kemewahan dan dengan demikian menciptakan nilai.

Sunglass ini Yang Trend di 2019!

Fashion tak ada habisnya untuk dibicarakan. Kali ini, kita beralih ke aksesori kacamata ya, walaupun sebagai pelengkap dan penambah gaya, namun kacamata memiliki peran penting dalam sebuah penampilan. Kacamata juga memiliki tren yang terus berputar dan jika di tahun lalu tren kacamata dengan lensa kecil jadi favorit, nampaknya ada sedikit perubahan di tahun ini.

Sunglass with a chain

Tanbahkan kacamata andalan dengan aksen tali yang unik dan berbeda. Tali tersebut akan menjadikan gaya semakin personal dan menjadikan gaya semarak.

Hexagon lense

Retero Cat Eye

Kamu kan sering meilhat kacamata ini dengan bingkai berwarna-warni. Sebut saja warna wild cherry. lavender, dan palet seru lainnya.

Round and transparent 

Ya, jika kamu memiliki obsesi dengan kacamata bergaya bug eyes, tahun ini saatnya berjaya dengan gaya boho yang seru, Hadir dengan lensa warna dan bening, pastinya akan menjadikan gayamu tidak membosankan.

LOUIS VUITTON (LV)

Siapa sih yang tidak kenal brand dengan julukan LV? Merek besar asal Paris ini telah melahirkan sejumlah produk fashion termewah di dunia.

Salah satu produk fashion terpopuler dan termahal yang pernah diluncurkan Louis Vuitton adalah Kusama Pumpkin Minaudiere yang dibandrol hingga US$ 133.400 atau setara Rp 1,57 miliar. Meski harganya melambung tinggi, lima tas karya desainer ternama Yayoi Kusama itu terjual habis. Popularitasnya memang tak diragukan lagi. Meski demikian, masih jarang yang tahu, merek besar dan termahal di dunia itu lahir dari nama seorang pemuda miskin yang bahkan tak punya pekerjaan. Inovasi si pemuda miskin bernama Louis Vuitton itu berhasil menyuburkan produk-produknya hingga sekarang.
Bagaimana lika-liku perjalanan perusahaan Louis Vuitton hingga mampu memproduksi salah satu tas termahal di dunia? Apa yang membuat harga tas tersebut mencapai angka miliaran rupiah?

Kebesaran merek fashion Louis Vuitton di mata dunia pasti membuat para penggunanya tak pernah menyangka, nama tersebut lahir dari seorang remaja super miskin tanpa pekerjaan. Tak tahan dengan kehidupannya di perbatasan Prancis, Louis Vuitton yang lahir pada 1821 mengungsi ke beberapa tempat sejak usia 14 tahun.

Vuitton merupakan pemuda super miskin yang bekerja serabutan demi mencukupi kehidupannya sehari-hari. Dua tahun kemudian, dia tiba di Paris dan melamar di sebuah pabrik pembuat koper dan peti barang, Mosieur Marechal.
Dia mengabdi selama 17 tahun di perusahaan tersebut. Pengalaman bertahun-tahun yang diperolehnya lebih dari cukup untuk membekalinya mendirikan bisnis koper sendiri. Dia sangat paham apapun yang diperlukan para wisatawan.

Pada 1854, dia pun mendirikan toko pertamanya bernama Louis Vuitton Malletier (Louis Vuitton si pembuat koper). Inovasi Vuitton terus membuat tas koper buatannya semakin moderen. Pola dan karyanya yang unik dan berbeda membuat produknya populer di kalangan selebritis dan keluarga kekaisaran.

Pada 1888, dia mulai mematenkan namanya dengan membuat lambang L dan V sebagai tanda merek besar Louis Vuitton.

Nomor satu dalam jajaran merek barang mewah adalah Louis Vuitton. Harga mereknya diprediksi mencapai US$ 23,58 miliar. Melihat harganya, hingga beberapa tahun ke depan, tak akan ada satu merek pun yang mampu menandingi mahalnya nilai merek Louis Vuitton.

Saat ini, merek yang dilahirkan Louis Vuitton ini merupakan yang terbaik di Prancis. Merek ini telah melanglang ke lebih dari 60 negara di duni. Terdapat lebih dari 500 butik yang telah dibangun di beberapa negara tersebut.

Merek yang telah resmi berdisi sejak 1854 itu, hingga saat ini masih sangat terkenal di antara berbagai produk mewah lainnya. Berbagai desain inovatif yang terus diluncurkan Louis Vuitton dan keturunannya bahkan membuat merek tersebut menjadi merek paling mahal di dunia.

Merek Louis Vuitton semakin besar dan elegan di kalangan selebritis dan bangsawan berkat inovasi tanpa henti yang dikembangkan pemiliknya. Usai pendirinya, Vuitton wafat pada 1892, sang anak, Georges terjun meneruskan bisnis keluarga tersebut.
Georges sukses melebarkan sayap bisnis fashion tersebut hingga ke berbagai negara di pelosok dunia. Di tahun yang sama dengan waktu tutup usia Vuitton, perusahaan mulai merancang dan menjual tas.

Pada 1991, keluarga Vuitton merancang tas `Stemer` yang sangat terkenal. Stemer merupakan leluhur koper bertekstur lembut yang digunakan hingga sekarang. Awalnya tas tersebut berfungsi untuk menyimpan pakaian tapi akhirnya banyak orang menggemarinya.

Siapa sangka, tas rancangannya justru menjadi ikon utama di antara produk-produk fashion Louis Vuitton lainnya. Tas-tas produksinya yang teramat populer berhasil membawa nama Louis Vuitton hingga sekarang.

Kusama Pumpkin Minaudiere merupakan tas paling mahal yang diproduksi Louis Vuitton. Hargannya melambung tinggi hingga US$ 133.400 atau setara Rp 1,57 miliar. Tingginya harga tas tersebut karena jumlah produksinya yang sangat terbatas.
Sepanjang sejarah, perancangnya yang populer Yayoi Kusama hanya memproduksi lima tas serupa. Lebih dari itu, tas tersebut terbuat dari emas murni, manik-manik hitam super mahal, serta kombinasi logam-logam terbaik di dunia.
Tak heran, Louis Vuitton membrandolnya dengan harga super mahal. Tas mewah lain yang dijual Louis Vuitton adalah Coquille d’Oeuf Minaudiere seharga US$ 101.000 atau setara Rp 1,19 miliar. Tas tersebut dikenalkan pada 2012. Mewahnya tas itu merupakan hasil kerja sama perusahaan dengan direktur kreatifnya, Marc Jacobs. Namanya yang terkenal di dunia fashion membantu mengarahkan visi artistik perusahaan.

Motif khas Louis Vuitton, gambar bunga asal Jepang, telah identik dengan kemewahan sejak pertama kali diperkenalkan pada 1896. Tak hanya motifnya yang khas, Vuitton juga menggunakan logo monogram di semua produknya termasuk tas-tasnya.

Awalnya, logo monogram itu diciptakan guna mencegah pemalsuan dari perusahaan desainer tas lainnya di Paris. Ironisnya, logo tersebut justru mudah ditiru dan merupakan logo yang paling banyak ditiru sepanjang sejarah fashion.
Bayangkan saja, dari semua produk Louis Vuitton yang beredar di pasaran, hanya 1% merek yang dianggap otentik dan asli diluncurkan perusahaan asal Paris tersebut. Logo tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru dunia, baik lewat penjelajah, pelayar dan wisatawan asing yang bertandang ke Paris.

Di Indonesia, pemandangan masyarakat biasa menenteng tas dan dompet bermotif persis seperti logo Louis Vuitton juga sering terlihat. Peluang memalsukan logo tersebut banyak dimanfaatkan para pedagang yang ingin meraup untung dari masyarakat yang ingin terlihat bergaya hidup mewah.
Meski begitu, Louis Vuitton tetap menjadi salah satu lambang kemewahan dan kehidupan glamor baik di kalangan selebritis dunia, sosialita, pejabat, maupun masyarakat kelas atas lainnya. (Sis/Igw)

HYPEBEAST!!

Hai fashionista.. pasti banyak diantara kalian tau atau sudah tidak asing lagi yang namanya hypebeast? dengan pakaian / aksesoris serba mahal head to toe yang bisa mencapai puluhan juta hanya untuk penampilan.. udah gila kan!!

Hypebeast sendiri adalah orang yang menggilai trend yang sedang kekinian. Rata-rata orang milenialis ini bergaya hypebeast saat mereka jalan ke mall, nongkrong dengan teman atau saat datang acara sneaker. Sekarang ini di Indonesia sudah banyak yang mengadakan event sneakers seperti solevacation, sneakerhub, Jakarta Senaker Day (JSD) dan banyak lagi. Karena sudah banyak peminat sepatu branded dan orang-orang semakin kaya (hehe..) makan pelaku event ini mengadakan event sneaker yang dijamin bakal rame pendatangnya. Disana juga banyak dijual seperti barang rare (limited) dan banyak macamnya, brand hype juga pastinya ada disana. Seperti Supreme, Off white, Anti Social-Social Club, Bape dll..

Kebanyakan orang mengincar barang yang hype seperti diatas, memang kualitas bagus tapi harga kaos yang mencapai 2jt ke atas menurut saya sangat di sayangkan misalkan saya membeli kaos hype, mending saya belikan sepatu saja hehee..  Tapi juga tidak sedikit sih anak-anak milenial beli kaos yang harganya sampai jutaan (yang jadi pertanyaan uang sendiri atau orang tua?hehee semoga uang sendiri yaa..)

Penampilan Hypebeast sudah menjadi hal yang biasa khususnya di kota-kota besar di seluruh dunia, sudah menjadi tren yang membuat addict para penikmatnya.. Tapi menurut saya barang lokal juga tidak jelek kok. Banyak loh produk lokal yang sudah mendunia juga, yang lokal belum tentu jelek kan? (jangan paksain beli brand mahal tapi susah untuk makan sebulan kedepan hehe..)

Tidak ada salahnya sih beli barang lokal kan itu barang ori juga, kecuali kamu beli barang branded tapi palsu (KW).. itu sama aja sampah namanya 🙂

Misalkan kamu punya uang banyak ya beli barang hype juga tidak masalah sih, selama kamu MAMPU.. yang di sesalkan ya jika kamu tidak mampu tapi memaksa beli atau paling buruk kamu beli barang KW hahaa.. 

Sebenarnya tujuab HYPEBEAST itu ya bagaimana mereka bisa berpenampilan semenarik mungkin dengan brand-brand ternama untuk di pamerkan kepada lingkungan sekitar. Tidak peduli dimanapun mereka berada, asalkan berpenampilan semenarik mungkin. Biasanya seorang Hypebeast akan mendapat kepuasan tersendiri jika sudah menggunakan brand ternama, walaupun belum tentu ukuran nya cocok dibadan (haha)

Contoh brand yang HYPEBEAST yaitu :

SUPREME

Brand dari Supreme wajib dimiliki oleh seorang hypebeast, Jika seorang hypebelum punya kaos dari brand ini tentunya belum lengkap untuk menjadi seorang hype.walaupun pertamanya ditujukan buat cowo tapi tetep disuka dan digemari oleh wanita.
Supreme membuat kaos buatannya secara terbatas atau limited dan hal tersebut yang membuat Supreme memiliki harga jual yang sangat tinggi
Artikel sempat memberitakan jika Supreme meluncurkan Produk baru, Para Hypebeast akan rela mengantri dari Pagi untuk mendapatkan Produk baru tersebut

Banyak juga nih akamsi yang pakai kaos box logo SUPREME (hahaa)

ADIDAS

Tidak semua jenis adidas digunakan oleh para Hype, yang biasa digunakan adalah Yeezy, Ultra Boost ,Human Race NMD, dan NMD.

kisaran harga Yeezy resmi adalah 2 Juta tergantung model, tetapi karena stock yang terbatas dan akhirnya banyak yang menjual lagi ( orang ketiga ) dengan Harga kisaran 10 sampai bahkan 100 juta.

NIKE

Brand satu ini tidak asing kan? nike yang mengikuti perkembangan fashion juga tak mau kalah. Mereka berkolaborasi dengan Sean Waterspoon adalah seorang seniman luar negeri, yang sepatunya jika dijual mencapai hampir 10jt. Dan ada lagi airmax 97, 95dan air jordan juga ikut kategori hype..

ANTI SOCIAL SOCIAL CLUB

ANTI SOCIAL SOCIAL CLUB atau singkatan brand ini adalah ASSC.
Meski udah terkenal ternyata ASSC itu sebenernya hanya brand indie.Neek Lurk yang menggagas brand ini dari nol sampai terkenal sekarang ini. Sebenernya Neek tidak berniat untuk menjual ASSC secara komersil, Neek sangat membenci sikap sosialisasi di negaranya, maka dari itu Neek membuat dirinya menjadi “antisosial” dan lahirlah brand Anti social social Club/
brand tersebut lebih identik dengan topi dan hoodie nya apalagi logonya yg bergelombang membuatnya lebih mudah untuk di ingat. Harga untuk sebuah Topi berkisar 1 Juta Rupiah.

STUSSY

Brand streetwear klasik asal California ini merupakan salah satu brand yg sering sekali didengar atau familiar di telinga anda. Desain kaos dan outwear nya yg terkenal dengan graphic prints-nya, STUSSY cocok digunakan untuk Laki laki ataupun perempuan. Rate harga Stussy sangat mahal, untuk Hoodie saja bisa sampai 1,5 Juta

OFF-WHITE

Salah satu fashion label yg terinspirasi dengan kultur yg sedang berlangsung saat ini. Sejak 2012 OFF-WHITE menggabungkan desain bold dengan percampuran graphic prints buat ukuran fit pria.

Luis Vuitton

Brand ini juga sangat naik di kalangan barang branded dan pastinya mahal ya.. Brand ini lebih sangat terkenal karena berkolaborasi dengan Supreme. Mereka membuat hoodie dengan tulisan LV di hoodie Supreme dan harga bisa mencapai 20jt an.. GILA!!

Awal Mula Fashion Show..

Salah satu yang menyebabkan roda mode terus berputar adalah pekan mode (fashion week), sebuah rangkaian acara peluncuran koleksi busana dan aksesori karya para desainer berlangsung selama sepekan. Acara ditujukan untuk jurnalis dan buyer, orang yang bertanggungjawab membeli barang untuk diperdagangkan kembali. Dalam setahun, pekan mode bisa diadakan empat kali masing-masing pada Januari, Maret, Juli, dan September. Jenis koleksi dibuat berdasarkan iklim cuaca di negara empat musim serta penggolongan kategori busana siap pakai atau couture. Sampai hari ini pekan mode di Paris, New York, Milan, dan London jadi acuan untuk menentukan tren.

Khalayak mode menyebut pekan mode di kota-kota itu sebagai “big four fashion week”. Sudah banyak kota atau negara yang menyelenggarakan peragaan busana dengan embel-embel fashion week. Fashion Week Web pernah mendata tempat yang menyelenggarakan pekan mode di antaranya Melbourne, Sydney, Rio de Janeiro, Montreal, Cayman Island, Hong Kong, Bogota, Copenhagen, Uni Emirat Arab, dan Jakarta. Meski demikian, big four fashion week tetap menjadi acuan lantaran merupakan pelopor pekan mode yang konsisten mempertahankan reputasi. Lambat laun kehadiran pada ajang pekan mode di empat kota tersebut terus masuk ke wish list para jurnalis mode, buyer, penulis blog, dan para penikmat mode lain. Seorang kawan pernah menuturkan kepada saya bahwa berada dalam satu ruangan dengan Katy Perry dan Pharell saat pekan mode membuatnya merasa jadi ‘citizen of the world’. Baca juga: Dari Dior hingga Yves Saint Laurent: Para Pria di Dunia Fashion Kontroversi dalam Hidup Yves Saint Laurent Obsesi penikmat fesyen terhadap pekan mode tidak akan terjadi tanpa Eleanor Lambert.

Menurut Huffington Post, pada 1940, perempuan asal Amerika Serikat yang pernah bekerja sebagai staf Public Relations meminta pabrik-pabrik busana mempromosikan desainer terbaik di perusahaan mereka. Setelah diseleksi, Lambert keluar dengan nama 11 desainer. Eleanor pun membuat beberapa ajang penghargaan karya desainer dan press week, momen bagi jurnalis untuk menyaksikan karya perancang busana. Ia mengundang 150 jurnalis untuk datang ke acara tersebut. Hanya 53 orang yang hadir. Pada masa itu, publik AS belum melirik karya-karya desainer lokal. Paris senantiasa jadi acuan. Desainer, buyer, dan para pebisnis busana AS menjadwalkan kunjungan ke Paris dua kali dalam setahun guna melihat-lihat koleksi terbaru. Ketika Perang Dunia II meletus, rutinitas itu terpaksa berhenti. Di titik itulah Eleanor menemukan celah untuk mengusung bakat-bakat dalam negeri. Pekan mode pertama diselenggarakan pada 1943. Acara yang waktu itu masih disebut Press Week akhirnya rutin digelar. Walhasil, berita-berita fashion di media massa mulai ramai—satu kebaruan di zamannya.

Pekan mode pun berkembang jadi ajang yang populer di New York. Pada 1970-1980an peragaan busana diselenggarakan di sejumlah tempat seperti galeri seni, klub malam, dan restoran. Pada tahun 1990an New York Fashion Week diselenggarakan di sebuah area taman. Smithsonian menulis bahwa latar taman tersebut membuat desainer Amerika mendapat perhatian dari luar negeri. Di tahun 2010 pekan mode diselenggarakan di Lincoln Center. Pada musim semi 2017, New York Fashion Week menyelenggarakan 279 peragaan. Desainer yang kerap mengikuti pekan mode tersebut antara lain adalah Tom Ford, Michael Kors, Calvin Klein, Diane von Furstenberg, Carolina Herera, dan Donna Karan. Eleanor tak hanya menggarap pekan mode di New York. Rekan-rekannya di Paris pun akhirnya tergoda. Pada 1973, Eleanor bekerjasama dengan kurator Versailles, Gerald Van der Kemp, untuk menyelenggarakan acara bertajuk The Battle of Versailles yang menampilkan karya-karya desainer Paris seperti Hubert de Givenchy, Pierre Cardin dan Yves Saint Laurent. Acara ini digelar untuk menggalang dana bagi renovasi Istana Versailles. Selanjutnya, format acara berubah menjadi pekan mode yang menampilkan label busana legendaris seperti Dior, Chanel, dan Louis Vuitton. Desain busana yang dihasilkan bernuansa haute couture yang sarat kesan glamor dan kaya detail. “Busana-busana Paris Fashion Week selalu terkesan lebih artistik dan bergejolak. Berbeda dengan karya desainer Amerika Serikat yang cenderung sederhana dan jelas ditujukan untuk kepentingan bisnis. Paris punya desainer-desainer eksklusif seperti Yohji Yamamoto, Alaia, Jean-Paul Gaultier, Martin Margiela, Comme des Garcons, yang tidak menyebarkan banyak undangan. Bagi orang yang bukan berasal dari media ternama, hanya bisa masuk ke area show setelah baju ketiga tampil. Itupun menonton sambil berdiri. Ini karakter Paris. Lain cerita dengan London yang mengutamakan kreativitas. Out of the box,” kata Samuel Mulia, pengamat mode dan gaya hidup. London Fashion Week pertama kali digelar pada 1984 di sebuah lapangan parkir. Seperti halnya di New York dan Paris, pekan mode di kota ini pun berkembang pesat. Kreativitas yang disebut Samuel tidak terbatas bahan dan pola busana. Martine Jarlgaard, desainer anyar yang mengikuti pekan mode tersebut, pernah membuat konsep peragaan busana menggunakan Hololens. Martine menggunakan benda serupa perangkat virtual reality untuk untuk menembakkan tayangan hologram yang memperlihatkan koleksi busana. Desainer lain seperti Isa Arfen memilih membuat komposisi model peragaan busana dengan meminjam khazanah performance art. Sebagaimana disebutkan oleh Independent, pekan mode di London fokus menemukan bakat baru di ranah mode.

Upaya tersebut konsisten terjaga sampai hari ini. Di London Fashion Week 2018, Ratu Elizabeth hadir untuk pertama kali dan memberikan penghargaan pada Richard Quinn, yang dinilai sukses berinovasi dalam pembuatan motif kain. Dari sisi bisnis, pekan mode ini sempat menghasilkan pemasukan 269 juta Poundsterling. Angka tersebut didapat dari penyewaan ruang acara, pemesanan hotel oleh para tamu peragaan, dan biaya makan di restoran. Di antara empat kota ini, Paris dan Milan masih menjadi destinasi utama. Seperti Paris, pekan mode di Milan menampilkan karya desainer ternama. Samuel menyepakati hal tersebut. Pekan mode menurutnya ialah sarana untuk menambah pengetahuan seputar aplikasi material, desain busana serta aksesori. “Ini penting bagi jurnalis dan buyer,” pungkasnya. 

Padukan Fashion Hijab Dengan Kacamata..

Kamu masih bingung dengan memadukan hijabmu dengan aksesoris kacamatamu? biar kelihatan fashionable kamu juga harus memperhatikan gimana cara posisi memakai kacamata dengan benar.

Tentukan posisi/cara memakai kacamata

Memakai kacamata di bawah semua lapisan kerudung dan ciput.
Trik ini cocok untuk Anda yang berwajah hati atau panjang, karena hal ini dapat memberi efek wajah yang lebih lebar. Untuk hasil maksimal, pilihlah kerudung yang berbahan sifon atau lycra.

Memakai kacamata di antara ciput dan kerudung.
Trik ini cenderung netral dan disarankan untuk digunakan oleh Anda yang berwajah oval atau kotak.

Memakai kacamata di atas semua lapisan kerudung dan ciput.
Trik ini akan memberi efek menyempit pada wajah, karena itu sangat disarankan untuk dilakukan oleh Anda yang berwajah bulat atau lebar. Agar lebih nyaman, gunakan kerudung yang berbahan viscose.

Atur tarikan/simpul pemakaian hijab

Apapun model hijab yang Anda pilih, pastikan agar tidak digunakan secara ketat. Atur simpul atau ikatan hijab senyaman mungkin, agar tidak terasa sakit digunakan, mengingat pemakaian kacamata sendiri yang terkadang bisa membuat area atas kuping terasa sakit.

Mengetahui Asli atau Tidaknya Brand Ray-Ban

Kamu pasti tau kan brand Ray-Ban? Brand kacamata yang sangat terkenal dan biasanya dipakai oleh anak-anak muda jaman ini..
Jika kamu tertarik untuk beli ray-band asli kamu harus tau trik-trik untuk mengetahui asli atau tidak.
Perhatikan dan rasakan bagian permukaan pada plastik. Semua produk Ray-Ban yang asli dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi dengan menggunakan proses manufaktur terbaik. Terutama bagian plastik pada kacamata Ray-Ban yang dipotong satu bagian dari asetat. Oleh karena itu, Anda harus memeriksa adanya goresan dan bintik-bintik kasar pada bagian permukaan kacamata Anda. Jika terdapat goresan atau bintik-bintik kasar, berarti kacamata yang Anda beli adalah kacamata Ray-ban palsu. Jika tidak terdapat goresan ataupun bintik-bintik kasar pada kacamata Anda, berarti kacamata Ray-Ban Anda adalah produk Ray-Ban asli.
Bagian permukaan pada Ray-Ban palsu dapat terlihat pada bagian mana saja. Tetapi biasanya produsen Ray-Ban palsu menutupinya dengan plastik sehingga bagian permukaan tidak terlalu terlihat. Coba periksa pada bagian atas kaca dan pada bagian penyangga telinga pada Ray-Ban Anda.
Rasakan seberapa ringan atau beratnya Ray-Ban. Ambil Ray-Ban, lalu lempar Ray-Ban tersebut ke atas, lalu tangkap kembali dengan menggunakan tangan Anda. Dengan tes ini, Anda bisa mengetahui berat Ray-Ban dan Ray-ban yang asli akan memiliki berat dan keseimbangan yang pas serta tidak rapuh.

Ray-ban yang asli memiliki penopang berupa logam yang menjadi “senjata” pada bagian penyangga telinga yang menjadi tumpuan berat dari kacamata tersebut. Jika Anda memiliki Ray-Ban dengan model transparan[2], Anda harus memastikan adanya logam pada bagian penyangga telinga. Jika Anda tidak menemukan adanya logam pada penyangga telinga berarti kacamata Anda palsu.

Periksa lensanya. Lihatlah kacamata Anda dari bagian depan, sentuhlah dan ketuklah dengan menggunakan kuku jari tangan Anda. Jika lensa tersebut berdenting seperti kaca asli, berarti kacamata Anda merupakan produk yang asli.
Jika lensa kacamata Anda tidak terasa seperti kaca asli, jangan khawatir. Beberapa produk Ray-Ban menggunakan kaca non-lensa tetapi masih dengan kualitas yang baik.[3] Untuk lebih jelasnya, lensa kaca memang menunjukkan bahwa kacamata Anda asli, namun lensa yang tidak terbuat dari kaca tidak selalu menunjukkan bahwa kacamata Anda palsu.
Perhatikan kualitas engsel logam. Lihatlah kacamata pada bagian belakang, lalu temukan engsel-engsel logam pada sudut kacamata. Pastikan engsel tersebut harus berkualitas baik dan tidak terpaku pada bagian plastik untuk memastikan keaslian kacamata Anda.

Tidak semua kacamata Ray-Ban menggunakan engsel yang khas. Memeriksa engsel kacamata merupakan hal yang baik untuk memastikan keaslian kacamata Anda. Akan tetapi, tidak semua kacamata Ray-Ban menggunakan engsel yang sama.

Temukan ukiran berkualitas rendah pada sudut kacamata. Lihatlah kacamata Anda dari bagian depan. Jika Anda memakai model Wayfarers atau Clubmasters, Anda akan melihat ukiran perak atau emas yang berbentuk oval pada sudut kacamata. Ukiran ini harus mengkilap dan dibuat dengan proses yang baik. Anda tidak harus memaksakan untuk melepas ukiran tersebut dari kacamata Anda. Karena dengan adanya ukiran tersebut pada kacamata Anda, sudah menjadi desain terbaik untuk kacamata Ray-Ban.
Temukan tulisan “RB” pada salah satu lensa. Untuk produk Ray-Ban asli, biasanya tulisan tersebut tampak lebih kecil dan hampir tidak terlihat. Setelah itu, lihatlah kilauan dari tulisan tersebut. Jika kacamata Anda palsu, kilauan tersebut tidak akan tampak, buram dan mudah tergores.

Pada era pra-2000 mungkin akan terdapat tulisan “BL” Ini adalah singkatan dari “Bausch & Lomb”, yang merupakan perusahaan yang awalnya dimiliki Ray-Ban. Pada tahun 1999, Bausch & Lomb menjual Ray-Ban kepada perusahaan Italia Luxottica. Kepemilikan baru ini tercermin pada label dan kemasan modern Ray-Bans (lihat di bawah).

Periksalah kualitas bantalan hidung. Setiap dari kacamata asli Ray-ban dibuat dari kualitas tinggi. Bahkan, untuk bagian bantalan hidung dibuat dengan bahan berkualitas tinggi. Bantalan hidung harus dibuat dengan bahan karet yang nyaman, tidak rapuh dan tidak licin.
Anda juga harus menemukan logo “RB” yang timbul pada pusat-pusat logam bantalan hidung. Akan tetapi, tidak semua Ray-Ban yang asli memiliki logo tersebut.
Periksalah logo. Lihatlah kacamata Anda dari bagian samping. Pada bagian samping kacamata Ray-Ban harus terdapat huruf kursif bertulisan “Ray-Ban” yang terpasang dengan kuat dan tidak mudah lepas. Jika logo tersebut mudah rapuh dan terlihat ditempel dengan menggunakan lem, berarti kacamata Ray-Ban Anda palsu. Logo bertulisan “Ray-Ban” pada kacamata Ray-Ban yang asli akan lebih tipis daripada kacamata Ray-Ban palsu.
Carilah nomor seri model pada kacamata Anda. Lihatlah bagian dalam pada bagian penyangga telinga kacamata Anda. Jika Anda memiliki model kacamata Wayfarers atau Clubmasters, Anda akan melihat tulisan putih di dalam bagian penyangga telinga. Pada bagian kiri, Anda akan melihat nomor seri dari kacamata Anda. Pada bagian kanan, Anda akan melihat logo “Ray-Ban” , “Made in Italy” dan “CE” yang menandakan bahwa kacamata tersebut bersetifikasi. Jika tulisan ini mudah hilang, berarti kacamata Anda palsu.

Jika Anda masih memiliki kemasan asli Ray-Ban , periksa kembali untuk memastikan nomor seri pada kacamata Anda sesuai dengan yang terdapat di dalam kotak label. Jika tidak terdapat nomor seri pada kemasan, atau nomor seri tidak sama maka kemungkinan kacamata Anda palsu. Sekali lagi, jika kacamata Ray-Ban memiliki penyangga telinga yang tipis, maka tulisan tersebut tidak akan terdapat pada bagian ini.

Kacamata Ter-mahal di Dunia

halo kamu punya kacamata? harga berapa? 200rb an? wah mahal ya..

Eh ntar dulu ada loh yang lebih mahal dari itu mencapai harga 2jtan wow! Apasih yang buat harga kacamata mahal? frame, kacanya atau apa ya? yang pasti frame dari produsen kacamata ternama pasti lebih bagus dan awet tahan lama. Maka dari itu mereka menjual frame kacamata dengan harga mahal karena ya kualitas yang bagus dan tidak gampang rusak.

Mau tau produk kacamata yang mewah?

Chanel adalah produsen baju, tas, parfum dan mereka mengeluarkan kacamata. Dengan bahan yang berkualitas tentunya, mereka berani bersaing dengan produk lain loh..karena model yang ditawarkan cukup banyak harga kacamata chanel di bandrol sekitar 2jtan.

Oakley. Kacamata ini terkesan anak muda banget karena sering kali terlihat digunakan untuk pembalap motocross, skateboard, atau balap sepeda. Tapi kini mereka juga menyediakan kacamata untuk lensa minus dan tentunya kualitas kacamata yang bagus. Kacamata Oakley dijual dengan harga 1.5 jt

Nike. Yap untuk kamu yang ingin cari model kacamata yang ramping dan model kekinian bisa beli produk ini. Selain modelnya bagus, nike juga menyediakan warna yang menarik buat kamu. Nike juga menyediakan frame untuk lansia juga loh..mantap deh pokoknyaa..

Harga dari kacamata nike kisaran 1 jt

Ray Ban. Siapa sih yang gak kenal kacamata satu ini, yak Ray-Ban. Kacamata yang di desain untuk semua kalangan, dari anak muda, dewasa, sampai orang tua. Desain dan warna tidak pernah kalah dengan merk lainnya. Untuk harganya kisaran harga 1 jt – 3 jt. 

Gucci. Tidak kalah dengan brand chanel, gucci juga membuat kacamata dengan desain yang tidak nerd tapi malah buat kamu terlihat lebih elegan dan stylish. Brand ini sangat handal membuat frame yang tebal, kokoh, dan ramping.

Kacamata Hypebeast Kekinian Yang Nambah Kece Penampilanmu!

Kacamata kini tidak hanya digunakan untuk membaca, sekarang ini kacamata juga digunakan untuk laku fashion yang menunjang penampilan mereka. Banyak trend kacamata yang bisa kamu gunakan untuk menambah keren penampilanmu…

Watermelon sunglasses

Bentuk kacamata ini cocok untuk kamu yang berwajah bulat dan lagi trend di kalangan influencer. Artis luar negeri pun sudah sering memakai kacamata model seperti ini..

Jelly Candy Sunglasses

Banyak artis sampai penyanyi luar negeri sering memakai kacamata model seperti ini. Mau tampil stylish seperti mereka? sekarang saatnya beli kacamata modell ini!

Tiny Sunglasses

Kacamata model ini sering dipakai oleh model-model top papan atas..

Triangle Sunglasses

Kamu yang doyan foto OOTD diharuskan banget pakai kacamata ini. Kesan edgy akan kamu rasakan, kacamata inimempertegas garis wajahmu.

Round Shape Sunglasses

Model kacamata ini sangat banyak dan tidak hanya satu warna loh.. harga yangrelatif murah dan bikin kamu terlihat simpel.